SDN 12 Kuala Karang Rusak Parah Akibat Banjir dan Angin Kencang

SDN 12 Kuala Karang Rusak Parah Akibat Banjir dan Angin Kencang

RAJAWALIBORNEO.COM.    Kubu Raya, Kalimantan Barat – Banjir besar yang disertai angin kencang melanda wilayah Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pak Kedai, SDN 12 Kuala Karang mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah rumah warga turut terdampak dan sebagian di antaranya roboh akibat kuatnya tekanan air. Senin, (08/12/2025).

Menurut informasi yang dihimpun tim rajawaliborneo.com., di lapangan, air mulai pasang sekitar pukul 06.00 WIB. Tidak lama kemudian, ketinggian air meningkat tajam. Puncak banjir terjadi pada pukul 08.00–09.00 WIB, ketika angin kencang memperburuk kondisi bangunan yang sudah terendam.

BACA JUGA: Satpol PP Kubu Raya Tertibkan Anak Jalanan.

Selanjutnya, air mulai surut sekitar pukul 14.00 WIB, namun meninggalkan kerusakan signifikan di kawasan pemukiman dan lingkungan sekolah.

 

SDN 12 Kuala Karang mengalami kerusakan berat.
DOK. SDN 12.

Dampak terhadap eekolah dan rumah warga, banjir yang datang mendadak membuat sebagian ruang kelas SDN 12 Kuala Karang tidak dapat digunakan, karena dinding dan fasilitas belajar mengalami kerusakan struktural. Selain itu, akses menuju sekolah juga tertutup lumpur tebal.

BACA JUGA: Pelajar SMP di Kubu Raya Diduga Dianiaya Oknum Guru, Orang Tua Minta Keadilan.

Di pemukiman warga, sejumlah rumah roboh, termasuk milik Ros, Priti, Juliana, dan Agus. Beberapa bangunan lain mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap, serta pondasi akibat tekanan air yang terus meningkat.

Warga setempat, Winarti, menyampaikan bahwa banjir naik dengan sangat cepat sejak pagi.

“Air mulai pasang sekitar jam enam. Tidak lama setelah itu, arus makin kuat dan mencapai puncak sekitar jam delapan sampai jam sembilan. Air baru surut menjelang pukul dua siang,” ujar Winarti.

Ia juga menambahkan bahwa angin kencang membuat sejumlah rumah tidak mampu bertahan. “Beberapa rumah langsung roboh karena tidak kuat menahan tekanan air dan angin,” katanya.

Aparat desa bersama warga telah melakukan pembersihan awal serta mendata rumah yang terdampak. Pemerintah kecamatan juga mulai menyalurkan bantuan logistik darurat, sambil menyiapkan laporan kerusakan untuk ditindaklanjuti ke tingkat kabupaten.

Pewarta: Lilis.

Editor: Syafarudin Delvin.

error: Content is protected !!