Pra Technical Meeting Naik Dango ke-41 Tahun 2026

Pra Technical Meeting Naik Dango ke-41 Tahun 2026

RAJAWALIBORNEO.COM.    Kubu Raya, Kalimantan Barat – Panitia pelaksana Gawai Adat Naik Dango ke-41 Tahun 2026 menggelar Pra Technical Meeting yang berlangsung di Mega Tenda Paroki Santo Fidelis, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (07/02/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan koordinasi teknis serta menyatukan persepsi antara panitia, kontingen, dan seluruh pihak terkait sebelum memasuki rangkaian perlombaan dan ritual adat inti Naik Dango ke-41.

BACA JUGA: Satpol PP Kubu Raya Tertibkan Anak Jalanan

Pra Technical Meeting tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kubu Raya Markus Kalian selaku tuan rumah pelaksana, Ketua DAD Kabupaten Mempawah Marselius Marsel, Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman, serta Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Ya Kubus Kumis.

Selain itu, turut hadir pejabat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, unsur Muspika Kecamatan Sungai Ambawang, anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, pengurus DAD se-Kabupaten Kubu Raya, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan Dayak.

BACA IUGA: Pelajar SMP di Kubu Raya Diduga Dianiaya Oknum Guru, Orang Tua Minta Keadilan

Dalam pertemuan tersebut, panitia bersama para peserta membahas berbagai aspek penting, mulai dari aturan perlombaan, kesiapan sarana dan prasarana, hingga jadwal pelaksanaan kegiatan, guna memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib, lancar, dan khidmat.

Dalam sambutannya, Ketua DAD Kabupaten Kubu Raya Markus Kalian menegaskan pentingnya kesiapan panitia sejak dini. Ia meminta seluruh panitia bekerja lebih maksimal dan terstruktur mengingat pelaksanaan Naik Dango ke-41 semakin dekat.

“Panitia harus mulai bekerja lebih keras dan terarah dari sekarang agar pelaksanaan Naik Dango ke-41 dapat berlangsung lebih baik, baik dari sisi kesakralan ritual adat maupun kemeriahan festival budaya,” ujarnya.

Panitia pelaksana juga menargetkan perayaan Naik Dango ke-41 tidak hanya menjadi agenda adat tahunan, tetapi sekaligus menjadi ruang pelestarian nilai-nilai leluhur Dayak serta daya tarik wisata budaya bagi masyarakat luas.

Naik Dango sendiri merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi kepada Sang Pencipta yang dikenal sebagai Jubata atau Sengalang Burong. Melalui rapat prapersiapan ini, seluruh pihak berharap perayaan Naik Dango ke-41 di Kabupaten Kubu Raya dapat berlangsung lancar, penuh makna, dan semakin memperkuat identitas budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.

Pewarta: FPK.

Editor: Redaksi.

error: Content is protected !!