RAJAWALIBORNEO.COM. Ketapang, Kalimantan Barat – Dugaan ketidaksesuaian material besi pada proyek pembangunan Puskesmas Tumbang Titi memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan pekerjaan konstruksi. Konsultan pengawas CV Artant Kurva Khatulistiwa, Ir. Edi, mengaku tidak pernah menyetujui penggunaan besi yang tidak sesuai spesifikasi. Namun, penjelasannya belum menjawab seluruh pertanyaan awak media mengenai material yang terlihat di lapangan. Kamis,(15/10/2026).
Persoalannya bukan sekadar ada atau tidaknya besi yang kurang ukuran. Sebaliknya, hal yang perlu dipastikan ialah bagaimana material tersebut dapat terpasang, bagaimana pemeriksaan dilakukan, serta apakah pekerjaan yang sudah dilaksanakan benar-benar memenuhi gambar kerja dan spesifikasi kontrak.
Dalam keterangannya, Edi menyatakan bahwa pemeriksaan material dilakukan melalui penyortiran di lapangan. Meski demikian, dia mengakui masih ditemukan besi yang dinilai kurang.
BACA JUGA: Jembatan Simpang Dua Berlubang, Wabup Ketapang Turun Tangan Tegur Kadis PUTR
“Kami tidak pernah menyetujui pemakaian besi yang tidak sesuai, karena hasil pemeriksaan di lapangan selalu disortir, hanya saja tetap ada didapat besi kurang,” ujar Edi.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tindak lanjut pengawasan. Jika material yang tidak sesuai ditemukan saat pemeriksaan, perlu dijelaskan bagaimana material itu ditangani dan apakah ada catatan tertulis yang menjadi dasar penerimaan atau penolakannya.
Lebih lanjut, Edi menyebut belum ada adendum untuk mengubah ukuran besi. Menurut dia, pihak pelaksana telah mengajukan kajian teknis keandalan struktur guna memastikan faktor keamanan bangunan tetap memadai.
“Untuk struktur yang belum di cor, sudah direkomendasikan bongkar, dan sudah melaksanakan bongkar,” katanya.
Akan tetapi, keterangan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh material dan bagian pekerjaan yang telah terpasang memenuhi persyaratan teknis. Kepastian itu memerlukan pemeriksaan berdasarkan dokumen kontrak, gambar kerja, hasil pengukuran, dan evaluasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA: Wabup Ketapang Bantah OPD Dilarang Jawab Media
Saat awak media mengirimkan foto lapangan dan meminta penjelasan mengenai kesesuaian besi dengan gambar kerja, Edi menyatakan bahwa ukuran material tidak dapat dipastikan hanya melalui foto.
“Kalau ukuran besi tidak bisa kita pastikan ini sudah sesuai gambar atau tidak karena harus menggunakan alat ukur,” ujarnya.
Penjelasan mengenai perlunya alat ukur memang menunjukkan bahwa pemeriksaan dimensi membutuhkan verifikasi langsung. Namun, persoalan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan lapangan yang dilengkapi hasil pengukuran, dokumentasi, dan catatan pemeriksaan material.
Ketika awak media kembali meminta kepastian apakah besi dalam foto tersebut sesuai dengan gambar kerja, jawaban tegas belum diperoleh hingga berita ini disusun.
Karena itu, pemeriksaan langsung oleh pihak teknis yang berwenang menjadi penting. Tanpa hasil pengukuran dan dokumen pemeriksaan, tudingan ketidaksesuaian maupun klaim bahwa pekerjaan telah memenuhi spesifikasi belum dapat disimpulkan secara menyeluruh.
BACA JUGA: Jembatan Rp393 Juta Rusak, PUTR Ketapang Bungkam
Ketua DPD IWOI Kabupaten Ketapang, Mustakim, mempertanyakan fungsi konsultan pengawas setelah muncul dugaan ketidaksesuaian material di lapangan.
“Kita sudah ke lapangan, besi yang terpasang di pembangunan Puskesmas Tumbang Titi tidak sesuai dengan gambar kerja (bestek), kok mereka tidak tahu, apa kerja mereka?” tegas Mustakim.
Menurut dia, konsultan pengawas seharusnya dapat menjelaskan hasil pemeriksaan material dan memastikan pelaksanaan pekerjaan mengikuti spesifikasi yang ditetapkan.
“Kalau mereka konsultan pengawas CV Artant Kurva Khatulistiwa bekerja sesuai bestek, tidak mungkin besi tidak sesuai dengan gambar kerja (bestek) bisa terpasang,” lanjutnya.
Mustakim bahkan menduga terdapat persoalan dalam pelaksanaan maupun pengawasan pekerjaan. Meski demikian, dugaan tersebut harus diuji melalui pemeriksaan dokumen, keterangan para pihak, serta hasil pemeriksaan teknis. Belum ada dasar untuk menyatakan adanya persekongkolan sebagai fakta yang telah terbukti.
Desakan pemeriksaan juga disampaikan Supriadi dari LSM Tindak Indonesia. Dia meminta Inspektorat menelusuri pelaksanaan pengawasan proyek yang dikerjakan CV Tarivia Mulya Raya dengan CV Artant Kurva Khatulistiwa sebagai konsultan pengawas.
“Padahal mereka dibayar menggunakan uang negara untuk melakukan pengawasan pembangunan Puskesmas Tumbang Titi. Konsultan pengawas CV Artant Kurva Khatulistiwa seperti ini harus diperiksa Inspektorat dan harus dimasukkan dalam daftar hitam,” ujar Supriadi.
Selain itu, Supriadi meminta material yang terbukti tidak sesuai spesifikasi ditindaklanjuti secara tegas. Dia juga mendorong evaluasi terhadap bagian pekerjaan yang telah dicor apabila hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang memengaruhi mutu atau keamanan struktur.
“Kerja harus sesuai gambar kerja,” katanya.
Sorotan terhadap proyek ini semestinya ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang terukur, bukan sekadar saling membantah. Inspektorat dan instansi teknis terkait perlu menelaah gambar kerja, spesifikasi material, laporan pengawasan, catatan pemeriksaan besi, dokumen persetujuan material, serta kajian teknis yang disebut telah diajukan pelaksana.
Selanjutnya, pemeriksaan perlu memastikan apakah material yang terpasang benar-benar menyimpang dari kontrak dan, jika terbukti, bagaimana dampaknya terhadap mutu serta keamanan bangunan. Apabila ditemukan pelanggaran, penanganannya harus mengikuti ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku.
Di sisi lain, pihak pelaksana dan konsultan pengawas tetap harus diberi kesempatan menyampaikan klarifikasi beserta bukti teknis. Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar yang objektif untuk menentukan tanggung jawab masing-masing pihak.
Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian besi dan persoalan pengawasan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai pelanggaran yang telah terbukti. Klarifikasi dari CV Tarivia Mulya Raya, CV Artant Kurva Khatulistiwa, dan instansi terkait masih diperlukan agar persoalan proyek Puskesmas Tumbang Titi dapat diperiksa secara transparan dan akuntabel.
PEWARTA: SPD.
EDITOR: REDAKSI.
