Proyek Irigasi BWS V Padang Disorot, Subkontraktor Minta Berita Dihapus

Proyek Irigasi BWS V Padang Disorot, Subkontraktor Minta Berita Dihapus

RAJAWALIBORNEO.COM. Sumatera Barat – Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I) Sungai Batu Panjang yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang kembali menjadi sorotan. Subkontraktor Minta Berita Dihapus. Selasa, (27/01/2026).

Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai Rp76.130.630.000 itu diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis.

Subkontraktor Proyek Irigasi BWS V Padang Minta Berita Dihapus.
Subkontraktor Proyek Irigasi BWS V Padang Minta Berita Dihapus.

Pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, seorang pria yang mengaku bernama Eko, dan menyebut dirinya sebagai orang kepercayaan subkontraktor PT Brantas Abipraya, menghubungi tim Rajawali Borneo Sumbar melalui telepon seluler. Dalam komunikasi tersebut, Eko meminta pertemuan di kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang.

BACA JUGA: Pengawasan Proyek Irigasi BWS V Padang Dipertanyakan.

Dalam pertemuan itu, Eko menyampaikan permintaan agar berita yang telah tayang sebelumnya dihapus dan dilakukan klarifikasi ulang. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya merupakan subkontraktor “tangan ketiga” dalam pelaksanaan Proyek Rehabilitasi D.I Irigasi Sungai Batu Panjang milik BWS V Padang.

Menurut pengakuan Eko, proyek yang dikontrak oleh Kementerian Pekerjaan Umum kepada PT Brantas Abipraya tersebut kembali diserahkan kepada pihak lain, sebelum akhirnya dikerjakan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Bahkan, Eko menyebut masih terdapat dua perusahaan subkontraktor lain di atas perusahaannya.

BACA JUGA: Warga Soroti Pelaksanaan Proyek Irigasi di Pesisir Selatan.

“Masih ada dua perusahaan subkontraktor di atas perusahaan bos saya,” ujar Eko dalam komunikasi lanjutan pada Kamis, 22 Januari 2026.

Rantai penyerahan pekerjaan yang berlapis-lapis tersebut dinilai memprihatinkan dan menimbulkan dugaan pengurangan mutu pekerjaan di lapangaan.

Alih-alih menjadi penopang ketahanan pangan, proyek irigasi yang berlokasi di Sungai Kuyung, Indrapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan itu justru diduga dikerjakan dengan mutu yang tidak sesuai spesifikasi.

BACA JUGA: Proyek Irigasi di Pesisir Selatan Diduga Tanpa Identitas Resmi.

Berdasarkan dokumentasi visual yang direkam pada Sabtu, 17 Januari 2026, terlihat pasangan konstruksi yang masih rapuh meskipun telah melewati waktu 24 jam setelah pemasangan.

Sehari setelah pertemuan, Eko tidak lagi dapat dihubungi oleh tim Rajawali Borneo Sumbar. Namun, pada Jumat pagi, 22 Januari 2026, sekitar pukul 08.05 WIB, Eko sempat menghubungi dan menyatakan akan kembali mengontak dalam waktu sekitar satu jam.

Setelah itu, Eko kembali tidak memberikan kabar. Pada Jumat malam, sekitar pukul 22.30 WIB, tim Rajawali Borneo Sumbar menerima panggilan telepon tanpa identitas yang meminta agar berita yang telah tayang dihapus.

Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, upaya konfirmasi lanjutan kepada Eko tidak mendapat respons.

Tim Rajawali Borneo Sumbar menyatakan akan terus membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari seluruh pihak terkait, termasuk PT Brantas Abipraya maupun BWS V Padang, guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan sesuai Undang-Undang Pers.

Pewarta: Syamson.

Editor: Redaksi.

error: Content is protected !!