RAJAWALIBORNEO.COM. Malang, Jawa Timur – Ancaman genangan dan banjir saat musim penghujan kembali menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur daerah. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mempercepat pembangunan drainase di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji. Kami,(15/11/2026).
Pembangunan saluran air ini bukan sekadar pelengkap badan jalan. Lebih dari itu, drainase menjadi infrastruktur penting untuk mengendalikan limpasan air hujan, menjaga kondisi jalan, serta mengurangi risiko genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
BACA JUGA: PU Bina Marga Kabupaten Malang Kebut Pembangunan Drainase di Desa Lawang
Namun, efektivitas pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Kualitas konstruksi, ketepatan spesifikasi teknis, kelancaran aliran air, dan keberlanjutan pemeliharaan juga harus menjadi perhatian.
Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan, Anita Aulia Sari, membenarkan bahwa pekerjaan drainase di Desa Karangduren merupakan bagian dari kegiatan Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
“Iya, Mas. Itu pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Malang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan berada dalam lingkup pekerjaan instansi terkait. Karena itu, pelaksanaan proyek perlu dipastikan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta standar mutu konstruksi yang berlaku.
Terlebih lagi, pembangunan drainase memiliki fungsi strategis ketika intensitas hujan meningkat. Apabila saluran tidak dibangun dengan perencanaan dan pengerjaan yang tepat, persoalan genangan justru berpotensi terus berulang.
BACA JUGA: DPUBM Kabupaten Malang Rampungkan Jembatan Akses Antar Desa
Di tengah pembangunan tersebut, masyarakat sekitar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Warga menilai perbaikan drainase merupakan kebutuhan penting untuk mendukung kenyamanan lingkungan.
“Alhamdulillah, sudah diperbaiki. Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya Bina Marga, yang telah memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ungkap seorang warga.
Meski demikian, harapan masyarakat tidak berhenti pada pembangunan saluran air. Mereka juga menginginkan agar akses jalan maupun fasilitas lingkungan yang belum tersentuh perbaikan mendapat perhatian serupa.
“Jalan maupun akses yang masih belum dibenahi semoga segera direalisasikan agar lingkungan semakin baik dan masyarakat lebih mudah melintas, baik warga sekitar maupun pendatang,” tambahnya.
BACA JUGA: Dugaan Penyerobotan Tanah di Malang Warga Layangkan Somasi
Dengan demikian, pemerataan pembangunan tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan lebih luas.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.
Pelayanan tersebut mencakup pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, drainase, hingga penerangan jalan. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu penunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Semoga dapat memudahkan transportasi dan akses perekonomian warga desa. Semua infrastruktur yang dibangun bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Namun, pembangunan infrastruktur juga harus diimbangi dengan pengawasan yang konsisten. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeriksaan hasil pekerjaan, seluruh proses perlu mengacu pada ketentuan teknis dan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan secara terukur dan tepat sasaran. Sebab, pembangunan drainase tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila kualitas konstruksi diabaikan atau saluran tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Oleh karena itu, pengawasan lapangan, pengujian kualitas pekerjaan, serta evaluasi fungsi saluran harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek.
Masyarakat pun berharap pembangunan tidak berhenti pada satu lokasi. Sebaliknya, akses jalan dan infrastruktur lingkungan yang masih membutuhkan penanganan perlu dimasukkan dalam prioritas pembangunan berikutnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata ditentukan oleh panjang saluran yang dibangun atau anggaran yang terserap. Lebih penting lagi, masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya melalui lingkungan yang lebih tertata, akses yang lancar, dan berkurangnya risiko banjir.
Pembangunan harus menghasilkan manfaat nyata. Bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan memastikan infrastruktur berfungsi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
PEWARTA: 4RDI.
EDITOR: REDAKSI.
