RAJAWALIBORNEO.COM. Mempawah, Kalimantan Barat – PYAM Raja Amantubillah Mempawah XIV, Mohammad Hafidz Adinugraha, S.T., menyerahkan bendera pusaka Kerajaan Amantubillah kepada Babinsa Sertu Amiruddin, Minggu (09/98/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Selanjutnya, bendera tersebut dikawal menuju Istana Negara, Jakarta, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyerahan bendera pusaka itu tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kerajaan, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap sejarah dan warisan leluhur. Selain itu, pengawalan menuju Istana Negara menjadi simbol keterikatan sejarah kerajaan dengan perjalanan kebangsaan Indonesia.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han., menegaskan bahwa tugas tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi prajurit.
BACA JUGA: KPK Pastikan Kasus DAK Mempawah Berlanjut
“Kami akan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Bendera pusaka ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga akan kami jaga dan kawal dengan sebaik-baiknya hingga sampai ke Istana Negara,” ujar Ali.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa sekaligus menunjukkan sinergi antara TNI, keluarga kerajaan, dan masyarakat dalam menjaga nilai sejarah serta budaya.
“Ini bukan hanya tentang mengawal sebuah bendera, tetapi juga membawa pesan sejarah, persatuan dan kecintaan terhadap tanah air,” tambahnya.
Sementara itu, PYAM Raja Amantubillah Mempawah XIV Mohammad Hafidz Adinugraha mengatakan, penyerahan tersebut memiliki makna penting bagi Kerajaan Amantubillah.
BACA JUGA: Jejak Korupsi Jalan Mempawah Terbuka, KPK Bidik Peran Ria Norsan
“Bendera pusaka ini merupakan bagian dari sejarah Kerajaan Amantubillah. Kami percayakan kepada Babinsa untuk dikawal menuju Istana Negara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu dan wujud kecintaan kami kepada NKRI,” ungkap Hafidz.
Karena itu, ia berharap perjalanan bendera pusaka tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menghargai sejarah sekaligus menjaga persatuan.
“Semoga semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah bendera ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda dan menjadi bagian dari semangat membangun Indonesia,” tuturnya.
Hal menarik dalam pengawalan tersebut ialah sosok Babinsa yang menerima amanah. Sertu Amiruddin tidak hanya bertugas sebagai prajurit TNI, tetapi juga merupakan Pangeran Muda Amantubillah.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Sebagai prajurit TNI sekaligus Pangeran Muda Amantubillah, saya akan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mengawal bendera pusaka hingga sampai ke Istana Negara,” ujar Amiruddin.
Selain menjalankan tugas kedinasan, ia menilai pengawalan tersebut menjadi momentum untuk memadukan pengabdian sebagai prajurit dengan tanggung jawab menjaga warisan sejarah Kerajaan Amantubillah.
“Saya berharap perjalanan ini membawa pesan persatuan, nasionalisme dan kebanggaan terhadap sejarah. Semoga amanah ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai bangsa dan negara,” tambahnya.
Dengan demikian, pengawalan bendera pusaka dari Mempawah menuju Istana Negara tidak sekadar menjadi perjalanan simbolik. Sebaliknya, momentum tersebut mempertemukan warisan sejarah Kerajaan Amantubillah dengan semangat kemerdekaan, persatuan, nasionalisme, dan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
PEWARTA: R1NTO
EDITOR: REDAKSI.
