Kunjungan Kepala BGN ke Kalbar Diwarnai Temuan Ulat MBG

Kunjungan Kepala BGN ke Kalbar Diwarnai Temuan Ulat MBG

RAJAWALIBORNEO.COM. Ketapang, Kalimantan Barat – Di tengah kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ke Kalimantan Barat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru diwarnai temuan ulat pada lauk ayam yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Rabu, (11/02/2026).

Kunjungan BGN ke Kalbar Disambut Temuan Ulat MBG.
DOK. Kunjungan BGN ke Kalbar Disambut Temuan Ulat MBG.

Fakta tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai standar pengawasan mutu pangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, temuan bermula ketika seorang guru mendapati kejanggalan pada lauk ayam sebelum atau saat makanan dikonsumsi siswa. Setelah itu, laporan disampaikan kepada pihak sekolah dan diteruskan kepada penyedia dapur.

BACA JUGA: Puluhan Siswa Marau Diduga Keracunan Makanan MBG

“Iya benar, itu dari ayam. Ada ditemukan ulat,” ungkap seorang guru saat dikonfirmasi, seraya meminta namanya tidak dipublikasikan.

Kemudian, makanan yang tersisa diperiksa ulang. Langkah tersebut diambil untuk memastikan tidak terjadi dampak kesehatan. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai prosedur standar pemeriksaan kualitas sebelum makanan didistribusikan.

BACA JUGA: Korban Keracunan MBG Ketapang Capai 340 Orang

Terlepas dari perbedaan keterangan tersebut, insiden ini memicu kekhawatiran orang tua siswa. Mereka mendesak agar evaluasi dilakukan secara terbuka, terlebih karena program MBG menyasar anak-anak sekolah yang rentan terhadap risiko kesehatan.

Lebih jauh, publik mempertanyakan mekanisme kontrol kualitas, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi. Apabila pengawasan dilakukan secara ketat dan berlapis, seharusnya potensi temuan seperti ini dapat dicegah sejak awal.

Sampai saat ini, pihak BGN belum menyampaikan pernyataan resmi terkait hasil investigasi maupun langkah korektif yang akan ditempuh. Oleh sebab itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap program MBG tetap terjaga.

Pewarta: SPD.

Editor: Redaksi.

error: Content is protected !!