Kesultanan Pontianak Perkuat Harmoni Sosial

Kesultanan Pontianak Perkuat Harmoni Sosial

RAJAWALIBORNEO.COM.     Pontianak , Kalimantan Barat – Di tengah dinamika sosial masyarakat multikultural yang terus berkembang, Kesultanan Kadriah Pontianak mengambil langkah membangun ruang dialog terbuka melalui kegiatan coffee morning yang digelar di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, Kamis, 7 Mei 2025.

Kegiatan yang dipimpin langsung Raja Kesultanan Pontianak, Syarif Melvin Alqadri, mengangkat tema “Membangun Harmonisasi Sosial Antara Kesultanan Pontianak, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Multikultural”.

Coffee Morning Kesultanan Pontianak Perkuat Harmoni Sosial.
DOK.Coffee Morning Kesultanan Pontianak Perkuat Harmoni Sosial.

Forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di balik pertemuan santai itu, terdapat upaya memperkuat komunikasi sosial antara tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat di tengah meningkatnya tantangan sosial akibat perbedaan pandangan, budaya, maupun kepentingan kelompok.

BACA JUGA: Sultan Melvin Desak Pemerintah Atasi Antrean BBM Jelang Idul Fitri

Dalam dialognya, Raja Kesultanan Pontianak menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan budaya dan komunikasi yang terbuka. Menurutnya, keharmonisan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tokoh adat dan masyarakat.

Ia menilai Kesultanan Pontianak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak yang dikenal sebagai wilayah multikultural.

“Kesultanan Pontianak mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga harmonisasi sosial serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah demi terciptanya kesejahteraan yang adil dan merata,” kata Syarif Melvin Alqadri.

BACA JUGA: Sultan Melvin Tegaskan Gawai 2026 Pemersatu Adat

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun pola penyelesaian persoalan sosial melalui dialog. Pendekatan itu dinilai penting karena masyarakat Kota Pontianak terdiri dari beragam latar belakang etnis, budaya, dan agama.

Melalui forum komunikasi yang terbuka, berbagai perbedaan pandangan diharapkan dapat diselesaikan secara damai tanpa memicu gesekan sosial di masyarakat.

“Kerukunan harus dijaga bersama. Karena itu, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah,” ungkapnya.

Di sisi lain, kegiatan coffee morning tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral terhadap program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota Pontianak.

Sinergi antara unsur adat, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan modernisasi.

Hingga kegiatan berakhir, suasana dialog berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir turut menyampaikan pandangan terkait pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat persatuan sosial di Kalimantan Barat.

PEWARTA: 44NG.

EDITOR: REDAKSI.

error: Content is protected !!