Imlek 2577 di Pontianak Aman dan Terkendali

Imlek 2577 di Pontianak Aman dan Terkendali

RAJAWALIBORNEO.COM. Pontianak, Kalimantan Barat – Ribuan warga memadati kawasan Jalan Gajah Mada dalam perayaan Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026, Senin malam 16 Febuari 2026.

Di tengah euforia pesta rakyat tersebut, pengamanan dilakukan secara intensif oleh Polresta Pontianak guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Polresta Kawal Imlek 2577 Tanpa Gangguan.
DOK. Polresta Kawal Imlek 2577 Tanpa Gangguan.

Sejak sore hari, aparat telah ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan. Selain itu, rekayasa lalu lintas diterapkan agar kemacetan dapat diminimalisasi. Dengan demikian, arus kendaraan tetap bergerak meskipun terjadi lonjakan pengunjung.

BACA JUGA: Kapolresta Pontianak Tegaskan Penanganan Perkara Bebas Unsur SARA.

Pengamanan tidak hanya melibatkan kepolisian. TNI, instansi pemerintah, dan panitia penyelenggara turut dikerahkan untuk mendukung pengawasan di lapangan. Bahkan, patroli rutin dilakukan secara bergantian guna memastikan tidak terjadi insiden menonjol.

Di sisi lain, petugas juga memantau penggunaan kembang api dan aktivitas massa hingga dini hari. Langkah tersebut dinilai penting karena potensi kerawanan biasanya meningkat seiring bertambahnya waktu dan kepadatan.

BACA JUGA: Kapolda Kalbar Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pengamanan telah dirancang jauh hari sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Yayasan Makmur (Marga Yo).

“Kami telah melakukan pemetaan potensi kerawanan serta menyiapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup. Oleh karena itu, perayaan dapat berlangsung aman dan terkendali,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci. “Tanpa kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban, pengamanan tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.

Setelah kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polresta Pontianak dinyatakan aman dan kondusif. Arus lalu lintas dipulihkan secara bertahap, sementara personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan.

Namun demikian, evaluasi internal tetap dilakukan sebagai bahan perbaikan pada agenda besar berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, aparat berharap pengamanan kegiatan masyarakat ke depan dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

Pewarta: FPK.

Editor: Redaksi.

error: Content is protected !!