Lonjakan Jamaah Warnai Salat Idul Fitri di Purwakarta

Lonjakan Jamaah Warnai Salat Idul Fitri di Purwakarta

RAJAWALIBORNEO.COM. Purwakarta, Jawa Barat – Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purwakarta berlangsung meriah sekaligus padat. Ribuan jamaah memadati lapangan parkir Bank BNI di Jalan Jenderal Sudirman sejak pukul 06.30 WIB, Jumat (20/03/2026).

Namun demikian, tingginya antusiasme jamaah berdampak pada keterbatasan kapasitas lokasi. Bahkan, sebagian jamaah terpaksa melaksanakan salat hingga ke bahu jalan, yang menunjukkan perlunya evaluasi teknis untuk pelaksanaan ke depan.

Lonjakan Jamaah Warnai Salat Idul Fitri di Purwakarta
DOK. Lonjakan Jamaah Warnai Salat Idul Fitri di Purwakarta.

Di satu sisi, panitia dinilai berhasil menggelar kegiatan secara tertib. Akan tetapi, di sisi lain, lonjakan jumlah jamaah menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan lokasi dan manajemen kerumunan.

BACA JUGA: Aset Daerah Purwakarta Bermasalah, Rekomendasi BPK Tak Tuntas

Meski demikian, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung khusyuk dengan Ustadz Afza Masyhadi, Lc., M.Pd. sebagai imam dan khotib yang menyampaikan pesan persatuan dan peningkatan keimanan.

Selanjutnya, Ketua Panitia Agus Hidayat memaparkan laporan keuangan secara terbuka. Ia menyebutkan bahwa total penghimpunan dana mencapai Rp40.540.000 serta beras 78 kilogram.

Rinciannya meliputi zakat mal Rp26.300.000 dari 7 orang, zakat fitrah dari 278 jiwa, infak dan sedekah Rp2.675.000, serta fidyah Rp300.000.

Keterbukaan ini, menurutnya, merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

BACA JUGA: Tidak Terpuji Oknum Direktur PDAM Purwakarta, Ajak Duel Jurnalis

Menariknya, panitia juga menemukan adanya infak dalam bentuk mata uang asing. Haris Nugroho, perwakilan LAZISMU, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima dolar Singapura, riyal Arab Saudi, dan ringgit Malaysia.

“Jika dirupiahkan, totalnya melebihi Rp10 juta. Hal ini mengindikasikan adanya jamaah yang baru kembali dari luar negeri,” ujarnya.

Fenomena tersebut menunjukkan keterlibatan diaspora atau pekerja migran dalam kegiatan keagamaan di daerah asalnya.

Lebih jauh, Agus Hidayat menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan. Ia menyebutkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi dan persatuan.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Sebagai penutup, panitia berharap ke depan pengelolaan kegiatan, termasuk penghimpunan zakat dan pengaturan jamaah, dapat dilakukan lebih optimal sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

PEWARTA: FPK.

EDITOR: REDAKSI.

error: Content is protected !!