RAJAWALIBORNEO.COM. Sambas, Kalimantan Barat – Di tengah dinamika sosial dan tantangan keberagaman, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO-I) Kabupaten Sambas menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili / 2026, Senin (16/2/2026).
Pernyataan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga mengandung pesan kebangsaan yang tegas.
BACA JUGA: Ketua IWOI Sambas Tanggapi Kasus Ibu Melahirkan yang Viral di Media Sosial.
Pertama-tama, DPD IWO-I Sambas menegaskan bahwa Imlek merupakan bagian dari identitas budaya bangsa. Oleh sebab itu, organisasi ini memandang perayaan tersebut sebagai momentum memperkuat toleransi di tengah masyarakat multikultural.
Revie Achary SJ menyatakan bahwa semangat Imlek harus diterjemahkan dalam tindakan nyata menjaga persatuan.
“Imlek adalah kekayaan budaya Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kebersamaan serta menolak segala bentuk perpecahan,” tegasnya.
Selain menyampaikan ucapan, DPD IWO-I Sambas juga menyoroti pentingnya peran pers dalam menjaga stabilitas sosial. Dalam konteks tersebut, organisasi menegaskan komitmennya terhadap independensi dan profesionalisme.
BACA JUGA: Ketua IWOI Sambas Tegaskan Sawit Dilarang di Kawasan Hutan
Lebih lanjut, pengurus menyatakan bahwa pers tidak boleh terjebak dalam informasi yang memecah belah. Sebaliknya, media harus menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Di tengah momentum perayaan, DPD IWO-I Sambas mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah. Ajakan tersebut disampaikan mengingat stabilitas sosial merupakan fondasi pembangunan.
Dengan demikian, peringatan Tahun Baru Imlek tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Sebaliknya, momentum ini diharapkan memperkuat solidaritas lintas suku, agama, dan golongan di Kabupaten Sambas.
DPD IWO-I Sambas menutup pernyataannya dengan ucapan, “Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili / 2026. Gong Xi Fa Cai,” seraya menegaskan komitmen menjaga persatuan dan profesionalisme pers secara konsisten.
Pewarta: FPK.
Editor: Redaksi.
