Pabrik Karet Kirana Windu Diduga Cemari Lingkungan

Pabrik Karet Kirana Windu Diduga Cemari Lingkungan

RAJAWALIBORNEO.COM. Muratara, Sumatera Selatan – Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Kabupaten Musi Rawas Utara. Kali ini, sorotan tertuju pada Pabrik Karet Kirana Windu yang beroperasi di Kecamatan Rawas Ulu dan ditengarai menjadi sumber bau busuk menyengat yang mengganggu warga sekitar.

Berdasarkan penuturan sejumlah warga, bau tidak sedap tersebut diduga muncul dari proses produksi dan pengolahan karet di dalam kawasan pabrik. Selain itu, aroma menyengat disebut kerap tercium hingga ke jalan umum, sehingga turut mengganggu pengendara yang melintas.

Keluhan itu menguat setelah warga menyampaikannya kepada awak media pada Selasa (3/2/2026). Mereka menilai, kondisi tersebut bukan terjadi sesekali, melainkan berulang tanpa penanganan yang jelas.

Seorang warga berinisial IJ menegaskan bahwa bau yang ditimbulkan telah melampaui batas kewajaran.

“Aromanya sangat busuk dan menyengat. Kondisi ini jelas mengganggu kesehatan dan kenyamanan kami,” ungkapnya.

Menurut warga, keluhan serupa telah berulang kali disampaikan. Namun demikian, hingga kini belum terlihat adanya tindakan nyata yang mampu menghentikan gangguan tersebut.

Apabila dugaan pencemaran lingkungan ini terbukti, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana lingkungan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Oleh sebab itu, warga mendesak agar aparat berwenang tidak bersikap pasif.

“Kami meminta DLH Muratara segera turun ke lapangan dan menindak tegas perusahaan Kirana Windu. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah,” tegas IJ.

Di sisi lain, hingga berita ini dipublikasikan, manajemen Pabrik Karet Kirana Windu belum memberikan klarifikasi. Demikian pula DLHP Muratara belum menyampaikan hasil pemeriksaan atau pernyataan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut.

Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan lingkungan di wilayah Muratara yang dinilai membutuhkan pengawasan ketat dan penegakan hukum yang konsisten.

Pewarta: JUN.

Editor: Redaksi.

error: Content is protected !!