Saluran Jalan Nasional Ambruk 3 Tahun, Janji Perbaikan Tak Kunjung Terealisasi

Saluran Jalan Nasional Ambruk 3 Tahun, Janji Perbaikan Tak Kunjung Terealisasi

Rajawaliborneo.com. Pesisir Selatan, Sumatera Barat – Tapan Saluran air pembuangan badan jalan PPK 2.4 yang sudah ambruk sejak tiga tahun lalu hingga tahun 2025 ini belum juga diperbaiki. Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama di ruas Jalan Nasional yang melintasi Kampuang Air Dingin, Nagari Bukit Buai, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Jum’at, (21/03/2025).

Dok. Pesisir Selatan, Sumatera Barat – Tapan. Saluran air pembuangan badan jalan PPK 2.4 sudah ambruk tiga tahun belakangan. Hingga tahun 2025.

Saluran air badan jalan yang rusak telah menyebabkan kerusakan pada tanah masyarakat, bahkan air sering masuk ke pemukiman warga. Kondisi ini terjadi di ruas Jalan Nasional Kambang – Indrapura – Tapan hingga batas Jambi dan batas Bengkulu, yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ditjen Bina Marga, BPJN, PJN 2, PPK 2.4. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada upaya perbaikan terhadap saluran yang ambruk tersebut.

Baca Juga: Proyek Pengeboran Pipa BPPW di Pesisir Selatan Kian Disorot

Saluran yang rusak ini telah berlangsung sejak kepemimpinan Andi Mulya Rusli, lalu berlanjut ke Gustaf Fitrayedi, hingga kini di bawah PPK yang baru.

Masyarakat meminta agar perbaikan saluran air segera dilakukan secara permanen, seperti yang telah dijanjikan oleh Kepala BPJN Wilayah Sumatera Barat, THABRANI, S.T., M.T. Tim Rajawaliborneo.com Sumbar telah menghubungi Thabrani sejak tiga tahun lalu melalui WhatsApp dan telepon seluler. Saat itu, ia menyampaikan bahwa permasalahan ini akan diteruskan ke PPK 2.4, Gustaf Fitrayedi, untuk segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Proyek Pemasangan Pipa HDPE di Pesisir Selatan Menuai Keluhan Masyarakat.

Namun, hingga saat ini, belum ada perubahan pada saluran yang ambruk tersebut. Masyarakat Kampuang Air Dingin, Nagari Bukit Buai, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan masih menunggu janji yang telah disampaikan. Akibatnya, tanah warga terus terkikis oleh air, yang semakin memperburuk keadaan.

Baca Juga: Jembatan Ambruk di Pesisir Selatan Belum Diperbaiki, Warga Kecewa.

Masyarakat menuntut janji Thabrani., Kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena merasa hanya diberi “omong kosong” oleh Kepala BPJN Wilayah Sumatera Barat.

“Kami juga membayar pajak dan ikut berkontribusi kepada negara, tapi kenapa hak kami diabaikan?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga kini, masyarakat masih berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk segera memperbaiki saluran yang rusak sebelum kerusakan semakin meluas.(**)

Pewarta : Syamson.

 

error: Content is protected !!