Rakerda MUI Muratara 2026 Soroti Implementasi Pendidikan Adab di SD

Rakerda MUI Muratara 2026 Soroti Implementasi Pendidikan Adab di SD

RAJAWALIBORNEO.COM. Muratara, Sumatera Selatan – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Musi Rawas Utara tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga dirangkaikan dengan Training of Trainer (ToT) Pemateri Adab dan Etika tingkat Sekolah Dasar di Rupit, Selasa (10/02/2026).

Rakerda MUI Muratara 2026 Soroti Implementasi Pendidikan Adab di SD
DOK. Rakerda MUI Muratara 2026 Soroti Implementasi Pendidikan Adab di SD.

Namun demikian, publik menaruh perhatian pada sejauh mana program ini akan diimplementasikan secara konsisten, bukan sekadar menjadi agenda seremonial.

Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai, pendidikan adab dan etika harus diperkuat karena menjadi fondasi pembentukan karakter.

BACA JUGA: Polres Muratara Paparkan Capaian Kinerja Sepanjang Tahun 2025

“Saya selaku Bupati Musi Rawas Utara, dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati, sangat mendukung program ini. Kehadiran alim ulama yang turun langsung ke sekolah-sekolah merupakan langkah penting dalam membentuk karakter generasi penerus Muratara,” tegasnya.

Meski demikian, komitmen tersebut akan diuji pada tahap pelaksanaan di lapangan, terutama dalam pengawasan, evaluasi, serta kesinambungan program.

BACA JUGA: Bupati Muratara Tutup Porseni HUT RI ke-80

Secara substansi, ToT ini dirancang untuk membekali pemateri dengan metode pengajaran yang terstruktur. Oleh karena itu, efektivitas program sangat bergantung pada kesiapan kurikulum, koordinasi lintas instansi, serta monitoring berkala.

Selain itu, tema “Sinergitas Ulama dan Umara dalam Mewujudkan Muratara Berhidayah Iluk” mengandung pesan kuat bahwa pembangunan daerah tidak semata berbasis infrastruktur, melainkan juga moralitas.

Di sisi lain, tantangan terbesar terletak pada konsistensi penerapan materi di sekolah dasar. Apabila pengawasan lemah, maka program berpotensi berjalan parsial. Sebaliknya, jika sinergi benar-benar diwujudkan, maka hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Karena itu, publik berharap Rakerda ini tidak berhenti pada forum diskusi. Evaluasi berkala perlu dilakukan agar cita-cita melahirkan generasi berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing benar-benar terwujud, sesuai semangat Iluk Becakap, Iluk Bebuat.

Pewarta: JUN.

Editor: Redaksi.

error: Content is protected !!