RAJAWALIBORNEO.COM. Muratara, Sumatera Selatan – Kasus pembacokan terhadap seorang warga bernama Saipul, yang terjadi di lahan sawit milik Hasbi Hasidiki, mantan anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, hingga kini belum menemui titik terang. Peristiwa itu terjadi di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sekitar dua bulan lalu.
Korban diduga dibacok oleh sejumlah orang yang merupakan anggota penjaga keamanan kebun sawit tersebut. Pelaku berinisial B (45) dan S (50) telah dilaporkan oleh istri korban, Yurmayana, ke Polres Muratara. Laporan itu tertuang dalam Surat Pengaduan Nomor: LP.B/217/VIII/SPKT/POLDA SS/POLRES MURATARA, tertanggal Jumat, 29 Agustus 2025, sekitar pukul 12.00 WIB.
Hingga saat ini, proses hukum atas laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti. Pihak keluarga korban mengaku kecewa atas lambannya penanganan kasus itu. Saat dikonfirmasi, keluarga berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan memproses mereka sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” ujar Supriadi, Ketua LSM KCBI Muratara, yang juga bertindak sebagai penerima kuasa dari keluarga korban.
Desakan dari LSM dan Aparat desa, dalam hal tersebut, supriadi menegaskan bahwa kasus pembacokan terhadap Saipul harus segera diselesaikan. Ia menilai tidak adil apabila pelaku pembakaran pondok penjaga keamanan milik Hasbi justru telah ditahan, sedangkan pelaku pembacokan belum ditindak.
“Lucu kan, korban belum mendapat keadilan, tapi pelaku pembakaran sudah ditahan. Seolah hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” katanya di hadapan awak media.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Arpandi, membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut. Ia berharap semua pihak dapat menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian agar berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pewarta: JUN.
Editor: Syafarudin Delvin.
