RAJAWALIBORNEO.COM. Sambas, Kalimantan Barat – Jalan alternatif Dusun Inti, Desa Pendawan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, berlubang dan bergelombang sejak tiga tahun lalu akibat proyek turap. Akibatnya, warga dan pengendara roda dua mengalami kesulitan, terutama saat Jalan Pasar macet.

Lokasi strategis samping Bank BCA menjadikannya rute utama ke terminal dan pelabuhan. Selasa (14/04/2026), berbagai pihak menyuarakan keluhan serentak.
Proyek turap tiga tahun silam memicu kehancuran jalan karena aktivitas alat berat, ungkap Kades Pendawan Jumadi via WhatsApp. “Keluhan warga sudah lama bergulir,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Hibah Rp80 M Sambas Mengendap, LEGATISI Desak Kepastian Hukum
Selain itu, tokoh masyarakat Budi Arjo menyoroti risiko kecelakaan. Pengendara roda dua kerap tumbang di lubang-lubang tersebut. “Kami ajukan perbaikan berulang ke desa dan pemkab, tapi nihil,” tegasnya.
Umak-Umak Desa Pendawan memperkuat suara itu. Ibu Pipit meminta Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD bertindak cepat. “Kami pilih mereka untuk ini; tolong aspal jalan Dusun Inti agar licin mulus,” ungkapnya. Warga lain menambahkan, akses harian terganggu, sehingga menuntut perbaikan mendesak.
Jalan ini vital sebagai pengganti Jalan Pasar yang sering macet. Akibatnya, volume lalu lintas tinggi mempercepat kerusakan. Investigasi awal menunjukkan, ketiadaan aspal hitam bukan hanya soal anggaran, melainkan prioritas proyek. Jumadi menekankan, permintaan warga sudah diserahkan ke Dinas PU.
BACA JUGA: DPD IWOI Sambas Desak Perbaikan Proyek Pembangunan di Kalimantan Barat
PJ DPUPR Samiat merespons tegas. “Tahun ini, kami perbaiki infrastruktur jalan Dusun Inti secara bertahap,” janjinya. Lebih lanjut, tim Bina Marga akan turun lapangan segera untuk survei dan pengukuran. Meski bertahap, langkah ini menandai kemajuan setelah keluhan panjang. Pemerintah daerah diminta transparan agar proyek tak mangkrak lagi.
PEWARTA: REVIE.
EDITOR: REDAKSI.
