MTQ ke-X Muratara Ditutup, Karang Dapo Juara Umum

MTQ ke-X Muratara Ditutup, Karang Dapo Juara Umum

RAJAWALIBORNEO.COM. Sumatera Selatan – Penutupan MTQ ke-X tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi Qurani. Kegiatan yang berlangsung di Muara Rupit tersebut melibatkan tujuh kecamatan dan menghasilkan Kecamatan Karang Dapo sebagai juara umum. Sabtu (02/05/2026).

Sejak awal, kegiatan MTQ ini dirancang sebagai ajang pembinaan sekaligus kompetisi. Oleh karena itu, partisipasi tujuh kecamatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap syiar Islam.

Karang Dapo Juara Umum MTQ ke-X Muratara 2026.
DOK. Karang Dapo Juara Umum MTQ ke-X Muratara 2026.

Di samping itu, pelaksanaan di Lapangan Taman Silampari memperlihatkan kesiapan Kecamatan Rupit sebagai tuan rumah. Camat Rupit, Febri, menegaskan rasa terima kasihnya atas kepercayaan tersebut.

BACA JUGA: DPRD Muratara Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025

Ia menyampaikan, “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Rupit untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-X ini.”

Selanjutnya, ia juga menyoroti peran lintas sektor. “Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan Kesra, LPTQ, Kementerian Agama, dan seluruh pihak terkait,” ujarnya.

Lebih jauh, Wakil Bupati Muratara menilai MTQ sebagai instrumen strategis pembangunan mental masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif.

Ia menyatakan, “MTQ menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.”

BACA JUGA: DPRD Muratara Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati

Selain itu, ia menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi daerah. “MTQ merupakan bagian dari upaya mewujudkan Muratara yang agamis dan religius,” tegasnya.

Bahkan, ia juga mendorong peran keluarga dalam pendidikan agama. “Orang tua diharapkan mampu membimbing anak-anaknya agar mencintai Al-Qur’an sejak dini,” tambahnya.

Dalam aspek hasil, Kecamatan Karang Dapo berhasil meraih juara umum. Sementara itu, Kecamatan Rawas Ilir menempati posisi kedua, dan Kecamatan Rupit berada di peringkat ketiga.

Menurut panitia, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pembinaan tilawah, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an di masing-masing kecamatan.

Ustadz Sulaiman menjelaskan, “Para juara mendapatkan piala, piagam, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi.”

BACA JUGA: Bupati Muratara dan Wali Kota Lubuk Linggau Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Meski demikian, keberhasilan ini juga memunculkan tantangan baru. Terutama, kesiapan para juara untuk mewakili Muratara di tingkat provinsi perlu diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan.

Wakil Bupati menegaskan, “Para pemenang harus mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.”

Di sisi lain, konsistensi pembinaan dinilai menjadi kunci. Tanpa pembinaan yang berkelanjutan, prestasi yang diraih dikhawatirkan tidak dapat dipertahankan.

Acara penutupan turut dihadiri unsur Forkopimda, Kapolres Muratara, jajaran OPD, tokoh agama, serta masyarakat. Kehadiran tersebut menunjukkan dukungan luas terhadap kegiatan keagamaan di daerah.

Dengan demikian, MTQ tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan juga simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun karakter religius.

Secara keseluruhan, MTQ ke-X Muratara tahun 2026 tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat komitmen kolektif dalam membangun generasi Qurani. Oleh sebab itu, keberlanjutan program pembinaan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan prestasi di masa mendatang.

PEWARTA: JUN.

EDITOR: REDAKSI.

error: Content is protected !!