Rokok MADHANI Gunungkidul Siap Masuk Pasar Nasional

Rokok MADHANI Gunungkidul Siap Masuk Pasar Nasional

RAJAWALIBORNEO.COM. Gunungkidul, Yogyakarta – Industri rokok skala lokal kembali tumbuh di Kabupaten Gunungkidul. Di Dusun Ngelo, Kalurahan Candirejo, Kecamatan Semin, sebuah perusahaan rokok bernama MADHANI kini mulai dikenal di sejumlah daerah di Indonesia. Meskipun baru diresmikan secara resmi pada 23 Oktober 2025, usaha tersebut sebenarnya telah dirintis beberapa tahun sebelumnya.

 

Dari Semin, Rokok MADHANI Tembus Pasar Luar Daerah.
DOK. Dari Semin, Rokok MADHANI Tembus Pasar Luar Daerah.

Pemilik perusahaan, Hadi Sriwidodo, mengaku tidak memiliki latar belakang khusus dalam industri rokok ketika pertama kali memulai usaha tersebut. Namun demikian, meningkatnya harga rokok di pasaran justru mendorongnya mencari peluang baru.

“Saya sebenarnya tidak memiliki pengetahuan tentang produksi rokok. Akan tetapi, karena harga rokok terus naik, muncul keinginan untuk mencoba membuat rokok sendiri,” ungkap Hadi saat ditemui di tempat produksinya, Minggu (15/3/2026).

Awalnya, ia hanya bereksperimen secara sederhana. Namun seiring waktu, produksi mulai berkembang hingga akhirnya ia mengurus berbagai perizinan resmi.

BACA JUGA: Ketua DPW IWO-I Yogyakarta  Memberikan Apresiasi Kejaksaan Negri Gunungkidul.

Setelah melalui proses yang tidak singkat, perusahaan yang diberi nama PR Sri Hartatik tersebut akhirnya memperoleh legalitas sebagai produsen rokok dengan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) 039154715552800-060713.

Peresmian usaha sekaligus penguatan status hak paten dilakukan pada Oktober 2025. Sejak saat itu, produk rokok MADHANI mulai dipasarkan secara lebih luas.

Menariknya, meskipun diproduksi di Gunungkidul, rokok MADHANI justru lebih dahulu menembus pasar luar daerah. Sejumlah distributor telah membawa produk tersebut ke beberapa wilayah seperti Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sumatera.

BACA JUGA: Dugaan Perampasan Mobil di Yogyakarta, Kuasa Hukum Akan Gugat BCA Finance

“Untuk wilayah DIY sendiri memang belum banyak beredar. Namun ke depan kami berharap produk ini bisa masuk ke warung-warung lokal hingga daerah pelosok,” jelas Hadi.

Dalam proses produksinya, perusahaan ini memanfaatkan sebagian besar tembakau dari wilayah Gunungkidul. Menurut Hadi, kualitas tembakau lokal memiliki cita rasa yang khas dan mampu bersaing dengan tembakau dari daerah lain.

Selain mendukung petani lokal, langkah tersebut juga dinilai dapat memperkuat rantai ekonomi daerah.

Seiring berkembangnya usaha, Hadi berharap perusahaan rokok yang ia bangun dapat terus bertumbuh. Selain membuka peluang kerja, ia menilai industri tersebut juga dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui sektor cukai dan pajak.

“Ke depan kami berharap perusahaan ini semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

EDITOR: REDAKSI.

error: Content is protected !!