RAJAWALIBORNEO.COM. Jakarta – Kekompakan dan solidaritas menjadi fondasi utama yang menentukan kuat atau rapuhnya sebuah organisasi. Pesan itulah yang ditekankan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam pertemuan bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) di Kantor Sekretariat DPW Jakarta Raya, tadi malam.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi internal. Lebih dari itu, arahan Ketua Umum menjadi pengingat bagi seluruh jajaran kepengurusan agar tidak membiarkan perbedaan, lemahnya komunikasi, maupun kepentingan pribadi menggerus persatuan organisasi.
BACA JUGA: IWO Indonesia DKI Jakarta Apresiasi Indonesia Youth Summit 2026
Ketua Umum menegaskan bahwa kemajuan organisasi tidak cukup dibangun melalui struktur kepengurusan dan jabatan semata. Sebaliknya, diperlukan kesamaan visi, kedisiplinan, loyalitas, serta kesediaan setiap pengurus untuk bergerak dalam satu barisan.
Dalam memberikan gambaran, Ketua Umum menggunakan filosofi proses pengolahan kapas menjadi benang, kemudian dirajut menjadi kain hingga diproduksi menjadi pakaian.
Perumpamaan tersebut mengandung pesan mendasar: keberhasilan sebuah hasil akhir sangat ditentukan oleh kualitas proses awal.
Kapas yang hendak dipintal, misalnya, harus dijaga agar tidak mudah tertiup angin atau basah akibat air hujan. Apabila bahan dasarnya sudah rusak sebelum diproses, mustahil menghasilkan benang berkualitas baik.
BACA JUGA: Hotman Paris Minta Maaf, IWO Indonesia Kecam Ucapannya kepada Wartawan
Filosofi ini menjadi peringatan bahwa organisasi tidak boleh mengabaikan fondasi internalnya. Sebab, kerusakan pada tahap awal dapat berdampak terhadap seluruh proses berikutnya.
Dalam konteks kepengurusan, kekompakan, komunikasi, dan kepercayaan antarpengurus merupakan fondasi yang harus dirawat. Tanpa ketiganya, program dan cita-cita organisasi berisiko berhenti sebatas rencana.
Tak hanya melalui filosofi kapas, Ketua Umum juga mengibaratkan organisasi seperti tanaman yang membutuhkan tanah subur agar dapat tumbuh dan berkembang.
Tanah yang baik harus mampu menyediakan unsur pendukung kehidupan serta menyerap air. Sebaliknya, tanah tandus dan gersang akan menghambat pertumbuhan, sekalipun benih yang ditanam memiliki potensi besar.
BACA JUGA: DPW IWO INDONESIA Kalbar Tegaskan Perlindungan Pers
Perumpamaan tersebut menegaskan bahwa organisasi membutuhkan lingkungan internal yang sehat. Pengurus harus saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Kritik harus menjadi bahan perbaikan, bukan alasan untuk memperuncing perpecahan.
Pesan utama dari pertemuan tersebut jelas: organisasi yang ingin besar tidak boleh rapuh di dalam. Soliditas tidak cukup disampaikan melalui pidato, slogan, ataupun pernyataan seremonial, tetapi harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan seluruh pengurus.
Karena itu, setiap jajaran kepengurusan memiliki tanggung jawab menjaga kehormatan organisasi. Perbedaan pandangan semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dibiarkan berkembang menjadi konflik internal.
Pada akhirnya, organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, melainkan juga oleh bagaimana seluruh anggotanya menjaga kepercayaan, merawat persatuan, dan menjalankan tanggung jawab.
Fondasi yang kuat akan melahirkan organisasi yang kokoh. Sebaliknya, ketika solidaritas diabaikan, sebesar apa pun organisasi dibangun, keretakan internal tetap menjadi ancaman yang tidak boleh diremehkan.
PEWARTA: FPK.
EDITOR: REDAKSI.
