RAJAWALIBORNEO.COM. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Suasana tenang di Dusun Jaya Cemerlang, Desa Kandung Suli, Kecamatan Jongkong, mendadak berubah mencekam setelah dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam menewaskan seorang lansia pada Minggu, (10/05/2026) malam.
Korban berinisial K (78) meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya. Sementara itu, istrinya, A (77), mengalami luka berat pada tangan kanan hingga beberapa jari dilaporkan putus setelah diduga diserang oleh pria berinisial U (42).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19:15 WIB. Terduga pelaku disebut datang ke rumah korban sambil membawa parang.
Saat itu, korban perempuan sedang menonton televisi di ruang tamu. Di waktu bersamaan, korban laki-laki berada di dapur rumah.
Tak berselang lama, pelaku diduga langsung mengayunkan parang ke arah korban perempuan. Teriakan korban kemudian memancing perhatian sang suami yang berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut justru berujung tragis karena korban laki-laki ikut menjadi sasaran serangan dan mengalami luka serius pada bagian leher.
Warga sekitar yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi kejadian. Selanjutnya, kedua korban dievakuasi menuju Puskesmas Jongkong. Meski demikian, korban laki-laki dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, S.A.P., mengatakan aparat bergerak cepat usai menerima laporan masyarakat.
“Begitu menerima informasi, personel langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal, mengamankan situasi, serta mencari terduga pelaku,” katanya.
Selain mengamankan lokasi, polisi juga menyita senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Terduga pelaku kini telah diamankan di Polres Kapuas Hulu untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Saat ini pelaku sudah diamankan dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Tim Penyidik dan Inafis Sat Satreskrim Polres Kapuas Hulu juga sedang berada di TKP untuk melaksanakan olah TKP dan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Di tengah proses penyelidikan, muncul informasi dari warga yang menyebut terduga pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Namun demikian, aparat kepolisian belum menyimpulkan hal tersebut karena masih memerlukan pemeriksaan medis dan pendalaman lebih lanjut.
Oleh sebab itu, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah TKP, serta alat bukti lainnya guna memastikan motif dan latar belakang peristiwa berdarah tersebut.
Sementara itu, kejadian ini memicu perhatian masyarakat setempat karena korban dan pelaku diketahui tinggal dalam lingkungan yang sama. Warga pun berharap aparat dapat mengusut kasus tersebut secara menyeluruh agar penyebab pasti kejadian segera terungkap.
PEWARTA: ENDIPRIYONO.
EDITOR: REDAKSI.
