RAJAWALIBORNEO.COM. Ketapang, Kalimantan Barat – Jumlah korban dugaan keracunan makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, kembali meningkat. Hingga Jumat (6/2/2026) pukul 11.30 WIB, total korban yang mendapatkan perawatan medis tercatat mencapai 340 orang.

Kasus tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi makanan yang diproduksi dapur Yayasan Surya Gizi Lestari. Saat ini, sebagian besar korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Marau dan sejumlah fasilitas kesehatan di sekitarnya.
Namun demikian, dua orang pasien terpaksa dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Langkah rujukan tersebut dilakukan karena kondisi kesehatan pasien membutuhkan penanganan lanjutan yang tidak dapat ditangani di tingkat puskesmas.
Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, turun langsung ke Kecamatan Marau. Kehadirannya bertujuan memantau kondisi korban sekaligus mengoordinasikan pelayanan medis di lapangan.
BACA JUGA: Korban Keracunan MBG di Ketapang Bertambah Jadi 162 Orang
“Untuk saat ini, sebagian besar korban masih dapat ditangani di Puskesmas Marau. Namun, terdapat dua pasien yang harus kami rujuk ke RSUD dr. Agoesdjam karena membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi, Jumat siang.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan serta unsur pelaksana program MBG. Adapun rinciannya, siswa SD sebanyak 9 orang, siswa SMP 144 orang, siswa SMA 73 orang, siswa SMK 101 orang, petugas MBG 6 orang, serta guru 7 orang.
Selain itu, dr. Feria memastikan seluruh obat-obatan dan peralatan medis di Puskesmas Marau dalam kondisi siap. Penanganan korban juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral bersama Forkopimcam Kecamatan Marau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik,” ucapnya.
Seiring dengan perkembangan penanganan, sejumlah korban dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang tetap melakukan pemantauan secara intensif.
Ke depan, pihaknya berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan penanganan kasus ini dapat segera dituntaskan secara menyeluruh.
Pewarta: SPD
Editor: Redaksi.
