RAJAWALIBORNEO.COM. Pesisir Selatan, Sumatera Barat – Awak media rajawaliborneo.com menemukan aktivitas pengerjaan proyek yang diduga tidak dilengkapi identitas resmi di Daerah Irigasi (D.I.) Sungai Batu Panjang, Nagari Indrapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
DOK. Proyek Irigasi di Pancung Soal Diduga Proyek Siluman.
Temuan tersebut diperoleh saat tim media melakukan pemantauan langsung di lokasi pekerjaan. Proyek irigasi yang tengah dikerjakan itu terlihat berjalan tanpa adanya papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
Selain tidak ditemukannya papan identitas, kualitas pekerjaan juga menjadi sorotan. Berdasarkan pengamatan visual, penggunaan material bangunan dinilai tidak sesuai standar teknis. Campuran adukan tampak lebih didominasi pasir dibandingkan semen, sehingga hasil pekerjaan terlihat rapuh.
BACA JUGA: Oknum DPRD Disorot di Proyek Longsor Pesisir Selatan.
Bahkan, pada beberapa bagian, permukaan bangunan mulai terkelupas meski pekerjaan belum lama dikerjakan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan serta fungsi jangka panjang bangunan irigasi yang seharusnya menopang kebutuhan pengairan masyarakat sekitar.
Di tengah proses dokumentasi yang dilakukan awak media, seorang pria bernama Zacky mendatangi lokasi proyek. Ia mengaku sebagai pengawas dari subkontraktor PT Abipraya. Kepada media, Zacky menyampaikan bahwa proyek tersebut berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang dan dibiayai melalui anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Proyek Pengeboran Pipa BPPW di Pesisir Selatan Kian Disorot.
Ia juga mengakui bahwa papan informasi proyek hingga kini belum terpasang, meskipun permintaan telah disampaikan sebelumnya.
“Pemasangan papan proyek sudah saya minta sejak dua minggu lalu, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Zacky.
Sementara itu, guna memperoleh informasi yang berimbang, tim rajawaliborneo.com berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Pihak yang disebut sebagai pimpinan subkontraktor, Eko, telah dihubungi berulang kali melalui berbagai saluran komunikasi. Namun demikian, hingga Sabtu 17 Januari 2026 belum ada tanggapan yang diberikan.
Di sisi lain, Risky Wahyudi, ST., MT., yang disebut-sebut sebagai pejabat lama di Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang, juga belum memberikan keterangan resmi terkait proyek tersebut hingga Senin 19 Januari 2026.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak berwenang guna memastikan legalitas proyek, kualitas pelaksanaan pekerjaan, serta transparansi penggunaan anggaran negara. Kejelasan informasi tersebut dinilai penting agar proyek irigasi benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku.
Pewarta: Syamson.
Editor: Syafarudin Delvin, S.H., C.Par.
