RAJAWALIBORNEO.COM. Pontianak, Kalimantan Barat – Sejumlah sahabat yang tergabung dalam Legend People Dhan’s era 1980-an kembali berkumpul di salah satu kafe di Jalan Jawa, kawasan Urai Bawadi, Pontianak, Sabtu (05/09/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung sederhana dan tanpa agenda khusus. Namun, suasana berubah menjadi penuh nostalgia ketika Yardi, Yosep, Adhie, Iyan Batam, Bagero, I’ie, Bakung, serta sejumlah sahabat lainnya kembali duduk dalam satu meja setelah puluhan tahun berlalu.
BACA JUGA: Kemarau Menggigit, Pontianak Terancam Krisis Air Bersih
Menurut Yosep, pertemuan itu terjadi secara spontan setelah mereka mengantarkan sahabat mereka, Bg Heri, ke pemakaman Muslim.
” Kami habis mengantar sahabat kami, Bg Heri, ke pemakaman Muslim. Dalam perjalanan pulang dari pemakaman, kami tanpa terasa berkumpul di salah satu kafe di Jalan Jawa atau Urai Bawadi,” ujar Yosep kepada awak media Rajawali Borneo melalui WhatsApp.
Setelah berkumpul, percakapan yang semula berlangsung biasa kemudian berkembang menjadi obrolan panjang tentang masa lalu. Nama-nama lama kembali disebut, sementara berbagai cerita dari masa muda mereka turut dikenang.
BACA JUGA: Imigrasi Pontianak Gagalkan 124 Calon PMI Non-Prosedural
Yosep mengatakan, pertemuan tersebut membuat mereka kembali mengingat perjalanan masa muda yang telah berlangsung puluhan tahun lalu.
“Kami bercerita masa lalu yang tak pernah terlupakan. Tak terasa kami sudah menua semua. Beda di era Dhan’s 80-an,” ungkapnya.
Meski waktu telah mengubah banyak hal, kebersamaan itu menunjukkan bahwa hubungan persahabatan masih dapat bertahan. Bahkan, setelah puluhan tahun berlalu, mereka masih bisa duduk bersama dan berbagi cerita tentang perjalanan yang pernah dilalui.
Bagi para sahabat tersebut, Dhan’s bukan sekadar nama. Sebaliknya, nama itu menjadi bagian dari kenangan masa muda sekaligus perjalanan hidup yang masih tersimpan dalam ingatan.
Pertemuan sederhana tersebut akhirnya menjadi ruang untuk mengenang kembali sebuah masa yang tidak mungkin terulang. Mereka mungkin telah berubah dan menua, tetapi kenangan serta persahabatan dari era 1980-an tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
PEWARTA: REVIE.
EDITOR: REDAKSI.
